Peran Badan Pengawas Internal Dalam Mengawal Nihil Temuan Material

Oleh: Rani Kharisma Haq, SA.,MA

Pemeriksaan eksternal audit yang dilakukan oleh pihak independen baik dari Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun dari Pemerintah yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, menjadi suatu penilaian yang esensial bagi sebuah Universitas. Sebagai bentuk komitmen Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai TOP 4 di Indonesia dan TOP 369 QS World University Rankings, UNAIR secara berkala melakukan audit eksternal dan selalu berupaya untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik.

Hasil pemeriksaan dari eksternal, terutama dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, sering terjadi temuan material yang mengakibatkan kerugian negara. Temuan eksternal tersebut, bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi Universitas Airlangga. Badan Pengawas Internal, sesuai Statuta Universitas Airlangga nomor 30 tahun 2015 pasal 62 menyebutkan:

  1. Badan pengawas internal merupakan unsur penunjang UNAIR yang membantu Rektor dalam
  2. melakukan audit keuangan dan manajemen, monitoring terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta melakukan pendampingan kepada seluruh unit kerja UNAIR.
  3. Badan pengawas internal mempunyai tugas: a. melakukan pengawasan keuangan dan manajemen pada seluruh unit kerja UNAIR; b. melakukan audit keuangan pada seluruh unit kerja UNAIR; c. melakukan audit manajemen pada seluruh unit kerja UNAIR; d. melakukan monitoring terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan; e. melakukan pendampingan pelaksanaan keuangan dan manajemen seluruh unit kerja UNAIR; f. menyampaikan hasil audit keuangan dan manajemen serta hasil monitoring kepada Rektor.
  4. Badan pengawas internal dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh seorang sekretaris.
  5. Ketua dan sekretaris badan pengawas internal diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.
  6. Ketua badan pengawas internal bertanggung jawab kepada Rektor.
  7. Sekretaris badan pengawas internal bertanggung jawab kepada ketua.
  8. Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas badan pengawas internal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Rektor.

Dalam upaya untuk mengawal nihil temuan material, diperlukanĀ internal controlĀ yang baik, sehingga BPI perlu melakukan pendampingan dan pengawalan untuk terwujudnya nihil temuan material. Dalam melakukan upaya tersebut, BPI melakukan pemeriksaan kepada unit kerja. Temuan pemeriksaan oleh BPI harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Cukup signifikan agar layak dilaporkan ke manajemen
  2. Didokumentasikan dengan fakta, bukan opini, dan dengan bukti yang memadai, kompeten dan relevan
  3. Secara objektif dibuat tanpa bias atau prasangka
  4. Relevan dengan masalah-masalah yang ada
  5. Cukup meyakinkan untuk memaksa dilakukannya tindakan untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang mengandung kelemahan.

Sesuai tugas yang ada pada Statuta tersebut, maka BPI berperan dalam upaya mengawal tidak ada temuan material. Langkah-langkah yang dilakukan BPI diantaranya adalah:

  1. Melakukan sosialisasi peraturan
  2. Melakukan upaya pencegahan di setiap audit internal
  3. Melakukan pendampingan terhadap terlaksananya program kerja yang berpotensi terjadi temuan material dan
  4. Membuka klinik konsultansi

Upaya-upaya tersebut juga diiringi langkah dari Badan Perencanaan dan Pengembangan yang memberikan target kepada Fakultas terkait temuan material. Langkah BPI dalam upaya nihil temuan material juga ditetapkan dalam kontrak kinerja, sehingga aksi mengawal ini dapat membuahkan hasil yang diharapkan. Sistem pengendalian intern yang baik dapat mencegah terjadinya temuan material.

Dalam target kinerja BPI, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengawal agar tidak terjadi temuan material diantaranya:

  1. Melakukan pendampingan unit kerja
  2. Penilaian Maturitas SPIP
  3. Sosialisasi SPIP
  4. Pembuatan sistem pengendali gratifikasi
  5. Membangun risk register
  6. Meningkatkan kompetensi SDM melalui sertifikasi
  7. Penyamaan persepsi terkait lingku audit
  8. Evaluasi dan monitoring temuan.

Langkah dalam target kinerja tersebut diharapkan dapat mengawal Universitas Airlangga nihil temuan material, akuntabel dan transparan.

(RKH).