Sejarah BPI Universitas Airlangga

Hal yang melatarbelakangi terbentuknya Badan Pengawas Internal yang dulu bernama Satuan Pengawas Intern adalah adanya Surat Mendiknas Nomor 72/MPN/KL/2005 tentang Masa Transisi Unair ke BHMN/BHP tanggal 1 April 2005 berdasarkan surat tersebut, maka terbentuklah Satuan Pengawas Intern pada tanggal 20 Juli 2005 sesuai Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 5385/J03/HK/2005 tentang Pembentukan Satuan Pengawas Intern Universitas Airlangga. Berdasarkan Surat Keputusan Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 5385/J03/HK/2005 tentang Pembentukan Satuan Pengawas Intern Universitas Airlangga, menyebutkan bahwa Tugas pokok dan fungsi awal dari Satuan Pengawas Intern adalah sebagai berikut:

  1. Menyusun sistem tata laksana keuangan dan anggaran Universitas Airlangga;
  2. Menetapkan pendekatan, metode, prosedur, ruang lingkup dan kedalaman audit berdasarkan buku Pedoman Audit Internal (PAI);
  3. Melakukan evaluasi, memfasilitasi dan mensosialisasikan Sistem Pengendalian Internal di masing-masing Unit Kerja, serta memberikan konsultasi pada implementasi sistem pengendalian internal di masing-masing Unit Kerja;
  4. Memeriksa dan menilai seluruh data dan informasi atas penyelenggaraan Universitas;
  5. Memantau tindak lanjut hasil pengawasan tugas manajemen dan laporan hasil audit keuangan;
  6. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Rektor.

Pada tanggal yang sama yaitu 20 Juli 2005, terbitlah Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 5386/J03/HK/2005 tentang Pengangkatan Personalia Satuan Pengawas Internal Universitas Airlangga. Dalam Surat Keputusan tersebut menyebutkan susunan personalia sebagai berikut,

  1. Rektor Universitas Airlangga sebagai penasehat,
  2. Para Pembantu Rektor, Dekan Fakultas, dan Tim Implementasi Otonomi Universitas Airlangga berperan sebagai narasumber.
  3. Menunjuk 1 orang Ketua merangkap anggota yaitu Arsono laksmana.
  4. Menunjuk 1 orang sekretaris merangkap anggota yaitu Juniar Serjono.
  5. Menunjuk 9 orang anggota, yang merupakan gabungan dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Seiring berjalannya waktu, 15 September 2006 terbit Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 7098/J03/HK/2006 tentang Susunan Personalia Satuan Pengawas Intern Universitas, mencabut Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 5386/J03/HK/2005 tentang Pengangkatan Personalia Satuan Pengawas Intern Universitas Airlangga.  Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 7098/J03/HK/2006 tanggal 15 September 2006 tentang Susunan Personalia Satuan Pengawas Intern Universitas tersebut berlaku surut sejak 1 Juli 2006, mengangkat susunan personalia baru dengan formasi 1 orang ketua yaitu Arsono Laksmana dan 3 orang anggota, yaitu Hartono, Endang Retnowati dan P. Koesnamadji dengan masa tugas selama 2 tahun sejak ditetapkan.

Tanggal 15 Februari 2007, terbit Kembali Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1274/JO3/KP/2007 tentang Pengangkatan Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Intern Universitas Airlangga, yaitu Prof.Dr. Arsono Laksmana, SE., Ak sebagai Ketua Satuan Pengawas Intern dan Sunarti, S.Sos sebagai Sekretaris Satuan Pengawas Intern. Beberapa bulan kemudian, 26 Oktober 2007 muncul Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 7140/JO3/KP/2007 tentang Pengangkatan Pengantian Sekretaris Satuan Pengawas Intern Universitas Airlangga, yang mana Sunarti, S.Sos digantikan oleh Riski Vieda Roosmarie, S.E.

Seiring berjalannya waktu, tidak ada yang berubah dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Pengawas Intern hingga pada tahun 2011, muncul Peraturan Rektor Universitas Airlangga Nomor 26/H3/PR/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Airlangga Bagian Kedua Pasal 9 ayat (1) dijelaskan posisi, tugas, dan fungsi Satuan Pengawas Intern yang untuk selanjutnya akan disebut SPI. Pada pasal 9 ayat (1) dijelaskan bahwa,”SPI merupakan unsur pelaksana Universitas yang membantu pimpinan Universitas dalam melakukan audit keuangan dan manajemen, monitoring terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan serta melakukan pendampingan kepada seluruh unit kerja Universitas.

            Pada tahun 2014, secara resmi Universitas Airlangga telah resmi berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga. Dengan berubahnya statuta Universitas Airlangga yang dulunya sebagai Badan Layanan Umum menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) maka SPI mengalami perubahan nama menjadi Badan Pengawas Internal (BPI) sesuai Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga nomor 1633/UN3/2014 tanggal 11 Juli 2014. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga pasal 62 ayat (2), BPI mempunyai tugas antara lain:

  1. Melakukan pengawasan keuangan dan manajemen pada seluruh unit kerja UNAIR;
  2. Melakukan audit keuangan pada seluruh unit kerja UNAIR;
  3. Melakukan audit manajemen pada seluruh unit kerja UNAIR;
  4. Melakukan monitoring terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan;
  5. Melakukan pendampingan pelaksanaan keuangan dan manajemen seluruh unit kerja UNAIR; dan
  6. Menyampaikan hasil audit keuangan dan manajemen serta hasil monitoring kepada Rektor.

            Berjalannya waktu, Badan Pengawas Internal mengalami beberapa kali pergantian Ketua dan Sekretaris. Adapun nama-nama Ketua BPI dari masa ke masa sebagai berikut:

  1. Dr. Arsono Laksmana, S.E., Ak. (2005 – 2010)
  2. Dr. Widi Hidayat, S.E., M.Si., Ak. (2010 – 2016)
  3. Dr. Soegeng Soetedjo, S.E., Ak., CFrA. (2016 – 2020)
  4. Hamidah, M.Si., Ak., CA., CRMO., QGIA (2020 – sekarang)

Adapun nama-nama Sekretaris BPI dari masa ke masa sebagai berikut:

  1. Juniar Serjono (2005 – 2006)
  2. Sunarti, S.Sos (2007 – 2007)
  3. Riski Vieda Roosmarie, S.E (2007 – 2010)
  4. Dra Iswajuni, M.Si., Ak (2010 – 2020)
  5. Zaenal Fanani, S.E., MSA., Ak., CA (2020 – 2021)
  6. Dr. Sri Winarsi, S.H., M.H., QGIA (2021 – Sekarang)